Perencanaan Bandar Udara
A. Peranan Bandar Uudara
1. Bidang Ekonomi
Bandar udara merupakan pintu gerbang sistem angkutan udara bagi suatu kawasan. Dengan memiliki bandar udara suatu kawasan dapat melakukan suatu pergerakan orang dan barang antar kawasan, bahkan antar benua , mengikuti pasar potensial. Dengan demikian, terjadi perdagangan yang menyebabkan industri, penciptaan lapangan kerja peningkatan pendapatan kawasan tersebut, dan keseluruhan kemaslahatan ekonomi bagi masyarakat yang dilayani. Selin itu bandar udara juga berperan langsung dalam pertumbuhan ekonomi.
2. Bidang Politik
Pada umumnya, fasilitas bandar udara milik pemerintah dan untuk mendukung kepentingan pemerintah. Namun dalam pengopersiannya dilakukan bersama berbagai pihak swasta. Demi kefektifan pelaksanaan administrsi pemerintah, kelancaran dan pemenuhan masyarakatm seta menjamin keamanan dan keselamatan. Seperti dalam menjaga keamanan lalu lintas pemerintah bekerjasama menjaga lalulintas barang dari ke/ serta menjamin keamanan dan keselamatan, menjalakan kepengurusan beacukai, imigrasi dan karantina. Serta sistem keamanan bandar udara.
3. Dampak Lingkungan
Gangguan terbesar bandarudara terhadap lingkngan masyarakat yaitu kebisingan, yang berasal dari pengopersian pesawat udara. Selain mengganggu pendengaran dan waktu istirahat, kebisingan seperti ini dapat berdampk pada mutu hidup seperti stress, kegugupan dan tidak dapat berkonsentrasi. Dan berebagai bentuk senyawa organik yang beracun yang dikeluarkan pesawat udara dan kendaraan bermotor disekitar bandar udara seperti NO,CO dan zat beracun lainnya.
B. Keserasian Fasilitas Bandar Udara dengan Pesawat Udara
Karakteristik pengoperasian bandara udara bersifat kritis sehingga diperlukan keserasian ( compabilitas) pesawat udara dengan infrastruktur di darat. Tiga unsur utama yang menentukan pertimbangan perusahaan angkutan idara memilih bandar udara tertentu (Selmon Hutceson, 1996 :129 )
1. Tersedia landasan pacu dengan panjang yang dapat mendukung misis perusahaan tersebut tanpa pembatasan berat pesawat udara.
2. Tersedia paron dengan rancangan yang memungkinkan bongkar muat secara efisien.
3. Tidak terlalu banyak pembatasan bandar ydara, seperti penutupan bandara pada jam –jam tertentu.
Selain itubeberapa hal bersifat khusus menurut jenis pesawat udara , kapasitas penumpang/kargo yang dimuat, antara luas parkir, penenganan kargo dan ketersediaan fasilitas pengisian bahan bakar.
C. Jenis Perencanaan
Untuk malakasanakan pembangunan suatu bandar udara, agar memperoleh hasil yang optimal, perlu mengacu pada beberapa jenis tingkatan perencanaan bandar udara. Perncanaan yang dimaksud ianlah perencanaan sistem, perencanaan perencanaan induk, perencanaan project. Perencanaan sistem termasuk kedalam tiga tingkatan yaitu: perencanaan sistem tingkat nasional, perencanaan sistem regional, perencanaan sistem tingkat propinsi.. Dengan tujuan ini diharapkan setiap banda udara secara sendiri –sendiri dapat berintegrasi dengan kepentingan masyarakat secara lebih luas melalui sistem bandar udara yang terkoordinasi. Baik dalam pembangunan maupun dalam pengopersian.
D. Penyusunan secara induk
Menurut rekomendasi Federal Aviation Administration)
1. Analisis kebutuhan
a. Penginventarisan
Kegiatan ini berupa pengumpulan data mengenaia fasilitas dan keadaan yang ada mencakup karakteristik lahan, keberadaan bandara udara sekitar lokasi, kondisi ruang udara, dan ketersediaan alat bantu navigasi, penggunaaan tanah sekitar, lahan yang berpengaruh,infrastruktur, dan pembatasan-pembatasan legislasi yang dapat mempengaruhi pembangunan bandar udara
b. Pemrakiraaan (forcasting)
Kegiatan ini berupa perhimpunan dan pengolahan data untuk menentukan volume penumpang dan kargo serta pergerakan pesawat udara setiap tahun pada masa puncak. Digunakan untuk perkiraan tingkat pendapatan ayng akan diperoleh dari fasilitas yang akan dibangun. Skala fasilitas yang diperlukan untuk membangun permintaan.
c. Analisis Permintaan Kapasitas
Kegiatan ini berupa penyandingn potensi volume permintaaan dengan kapasitas yang dibangun, agar dapat diputuskan pilihan yang tepat.Pertama menemukan perpaduan yang tepat anatara pengoperasian pesawat udara serta kapasitas ruang udara, fasilitas pengawasan lalulintas udara, dan kapasitas lapangan udara. Kedua, menemukan perpaduan yang tepat antara kapasitas terminal penumpang dengan kapasitas pergerakan penumpang. Ketiga, menemukan perpaduanyang tepat antara volume kargodan kapasitas terminal kargo udara. Keempat, menemukan perpaduan yang tepat antara lalulintas keluar masuk bandar udara dan kapasitas jalan.
d. Kebutuhan akan fasilitas
Sebagai hasil analisis permintaan kapasitas, dapat ditentukan kebutuhan fasilitas baru antara lain sebagai berikut :landasan pacu, landas hubung,terminal , perbaikan dan hanggar, rintangan, rambu-rambu, alat bantu navigasi dan data cuaca.
e. Studi lingkungan dampak lingkungan
Dari pelaksanaan pembangunan : dampak peningkatan kebisisngan,pemindahan penduduk, perubahan pemandangan, beban dan masyarakat sekitar, kehidupan satwa disekitar proyek dan kawasan rekreasi.
2. Pemilihan Lahan
a. Analisis ruang Udara
Pesawat memerlukan ruang udara untuk lepas landas dan menuju ketinggian dan arah kejalur udara atau dari jalur udara menuju pendaratan. Banyak hal yang harus dipertimbangkan antaralain; ukuran bandar udarakonfigurasi landasan pacum tipe pesawat udara,volume lalulintas udara serta kondisi lingkungan yang berpengaruh pada pengaturan ruangan bandar udaradan pola lalu lintas sekitar bandar udara.
b. Rintangan menuju ruang udara
Ruang udara disekitar bandar udara yang digunakan untuk pesawat udarayang dilindungi dari rintangan. Diberlakukan perlindungan terhadap lapisan –lapisan udara tertentu yitu dengan tidak mengizinkan ada rintangan pada lapisan yang bersangkutan.
c. Dampak Terhadap Lingkungan dan Keadaan Alam dari pembangunan
Penggunaaan lahan didekat bandar udara yang dibangun ada yang berkesesuaian , ada yang kurang atau tidak berdampak buruk dari pembangunan bandar udara. Pengunaan untuk pertanian, perkampungan, industri perkantran , kawasan komersial, fasilitas umum, dan perumahan. Selain itu juga dipertimbangkan dampak penggunaan tanah disekitar bandar udaraterhadap kegiatan bandar udara.
d. Lokasi dikaitkan dengan Kebutuhan Penerbangan
Bandar udara sebaiknya berada sedekat mungkin dengan sumber pengguna angkutan udarasehingga dapat meminimumkan waktuyang diperlukan waktu yang berkendaraan ke/dan dari bandar udara. Jika bersebrangan didekat lokasi kota, diusahakan agar tidak bersebrangan dengan lokasi kota. Dalam pemilihan lahan diusahakan tidak memilih kerumitan pergerakan di jalan raya pada kawasan yang dilayani bandar udara.
e. Ketersediaan Angkutan Darat yang memadai
Setelah keluar dari bandar udara meupakantuntunan wajar bagi fungsi bandar udara sebagai penghubung moda udara dengan moda lainnya. Kapasitas angkutan udara dibandar udara harus dapat diseimbangkandengan kapasitas angkutan darat sebagi mata rantai berikutnya.
f. Karakteristik Fisik
Untuk dapat dibangun sebuah bandar udara maka sebaiknya permukaan tanah relatif datar dan terbuka terutama bagian untuk landasan pacu tidak berkemiringan, tidak berbukit-bukit dan tidak banyak bagian yang permukaannya rendah.
g. Ketersediaan Kebutuhan Umum
Mencakup fasilitas , yang terdiri atas listrik, air bersih, jaringan telepon, seluran air selokan, dan gas. Permasalahn tersebut bukan masalah sederhana karena bandarudara biasanya jauh dari layanan pada umumnya. Dapat pula dimasukkan dalam golongan jenis ini, meskipun bukan tergolong dalam utilitas ialah bahan bakar pesawt.
h. Harga dan ketersediaan Tanah
Luasnya tanah ditentukan oleh beberapa faktor. Faktor yang menambah kebutuhan tanah yaitu pesawat yang berukuran besar. Demikian luas tanah yang harus disediakan perlu ada kemampuan untuk membebaskan tanah berbidang – bidang yang tersebar dan harus dapat disatukan.
3. Rancangan Bandar Udara
A. Denah Bandar Udara
Denah ini terdiri atas sejumlah gambar yang menunjukan fasilitas yang sudah ada dan yang akan dibangun diatas lahan yang sudah dipilih untuk dibangun. Gambar denah yang sudah ada menunjukkan konfigurasi , landasan pacu,landas hubung , apron posisi, ukuran fasilitas, runway approach. Dalam gambar juga ditunjukkan gambar yahap –tahap pembangunan.
B. Rencana Penggunaan Tanah
Yang diusulakan dan ditunjukkan pula penggunaaan tanah di luar batas bandar udara yang dipengaruhi oleh keberadaan bandar udara disana. Jadi ada tataran penggunaan tanah, sedangkan tanah yang diluar batas bandar udara digambar hanya menurut tataran umum.
C. Rencana Area Terminal
Menunjukkan ukuran dan lokasi berbagai bangunan dan ruang kegiatan dalam area terminal.. Penggambaran hanya dalam konseptual saja.
D. Rencana Jalan Bandar Udara
Rencana ini memuat secara eksplisit rute angkutan permukaan yang menghubungkan permukaan bandar udaradengan pusat –pusat bisnis dan sumber-sumber utama pengguan potensial angkutan udara lainnya, yang dilayani bandar udara yang bersangkutan, termasuk dalam hubunga dengan sistem transportasi regional dan kota.
4. Rencana Keuangan
a. Jadwal pengembangan/ pembangunan
Jadwal pengembangan/ pembangunan yang disarankan memuat tahapan kegiatan yang terdiri atas jangka pendek, jangka sedang, jangka panjang; menurut kurun waktu permintaan.
b. Perkiraan Biaya Pengembangan atau Pembangunan
Direncan denah bandar udara menurut tahapan pengembangan dan pembangunan yang usdah disusun, dapat diperkirakan secara kasar kebutuhan biaya setiap tahapan berdasarkan pada indeks dasar pembangunan setiap jenis bangunan.
c. Amalisis Kegiatan Ekonomik
Kegiatab ini dilakukan untuk mengetahui bahwa proyeksi dari pendapatan pengembangan / pembangunan bandar udara ini akan dapat menutup biaya yang dikeluarkan. Kelayakan ini diharapkan dapat dicapai untuk setiap tahapan proses rencana induk
d. Analisis kelayakan Finansial
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa skala kegiatan yang direncanakan dapat mendukung permodalan oleh pihak yang bertanggung jawab. Banyak sumber yang diharapkan pada bidang obligasi umum, obligasi pendapatan, investasi swasta, pendanaan dari suatu organisasi nirlaba, pemerintah pusat, atau investasi pemerintah daerah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar