Perkembangan Mendatang
A. Faktor Dominan
1. Jaringan Penerbangan
Perkembangan kearah layanan langsung mempengaruhi pengembanganfasilitas dan pelayanan bandar udara, dalam beberapa aspek. Pertama, tampaknya tidak banyak lagi diperlukan bandar-bandar uudara besar. Sebagai poros (Hubs)yang dapat menampung demikian banyak pesawat udara dalam periode waktu tertentu, sebaliknya justru diperlukan lebih banyak lagi bandar udara lebih kecil. Kedua sehubungan dengan pertama , tampaknya pemerintah pelu mengalihkan program pengembangan bandar udaradari penambahan atau perluasan beberapa bandar udara yang besar- besar ke pengembangan banyak lebih kecil. Para pengusaha bandaar udara diharapkan banyak memilki efisiensi karena perusahaan angkutan udara terus akan meneuntut penurunana biaya agar agar dapat memperbaiki kondisi keuangannya dalam menghadapi persaingan yang semakin keras. Keempat, permintaan menurunkan biaya ini membuka peluang bandar udara untuk mengurangi ketergantungan pada endapatan dari Aeronautika dan lebih banyak mencari dari sumber non – Auronautica terutama dari bidang persewaan dan konsesi aset.
2. Pesawat udara “Super Jumbo”
Dalam perkembangan produksi udara jasa angkutan udara dunia, pabrik pesawat udara selalu berusaha memenuhi kebutuhan akan pesawat udara yang semakin meningkat kemampuannya , baik dalam ukuran daya angkut, jarak tempuh, maupun kecepatannya. Upaya ini memberikan peluang bagi perusahaan angkutan udara untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat. Perkembangan pesawat udara pada abad XX berpengaruh pada pengembangan bandar udara yang berkaitan dengan pengoperasian pesawat jenis itu.
Bandar udara poros atau yang melayani penerbangan antar benua merupakan kelompok penerima dampak dri perkembangan tersebut dan oleh karena itu pelu dilakukakn penyesuaian. Seperti ; dengan memperpanjang dan memperlebar landasan pacu, serta mempertebal lapisan semua bagian yang akan dilalui atau ditempati pesawat udara dilingkungan lapangan udara suatu bandar udara.
3. Sistem Pesawat Angkutan Kecil
Hambatan perjalanan didarat seperti kemacetan lalu lintas jalan raya dan hambatan perjalanan diudara berupa masa tunggu yang lama di bandar udara poroa ( dalam pola jaringan Hub & Spoke), membuat orang mencari alternatif untuk angkutan kecil. Hal ini terdorong oleh kemajuan tekhnologi yang memungkinkan penggunaan pesawat ukuran kecil, untuk terbang antar bandara khusus, yang jumlahnya banyak dan relatif kecil – kecil disetiap kawasan. Denag kemajuan tekhnologi pesawat kecil dilengkapi dengan fasilitas navigasi dan dan komunikasi maju yang menjamin keselamatan dan keamanan terbang natr bandar udara satu dengan lainnya.
B. Persoalan pada Negara Sedang Berkembang
1. Kemampuan Memperole Laba
Dalam perhitungan keuangan dikhawatirkan bermasalah pada , karena beberapa sebab : Pertama biaya-biaya yang dikeluarkan departemen lain ( seperti pekerjaan umum), atau departemen tekhnis terkait tetapi bukan merupakan bagian bandar udara utnuk pelayanan atau fasilitas bagi pengguna fasilitas bandar udara tidak dimasukkan dalam perhitungan keuangan bandar udara. Kedua , karena investasi dibiayai sendiri.Oleh bandar udara , melainkan oleh pemerintah atau bantuan internasional, penyusutan atas kapital tidak dimasukkan sebagai biaya. Dengan demikian laba yang ditunjkkan dalam perhitungan keuangan tidak menggambarkan kinerja keuangan bandar udara yang sebenarnya. Untuk itu semestinya berusaha memperhitungkan pendapatan yang dapat menutup semua biaya, termasuk hutang atau pun biaya pinjaman
2. Pemaksimuman Pendapatan
Pendapatan bandar udara dapat dimaksimalkan tanpa menubah struktur pengelolaaan atyau kepemilkian. Untuk mendapatkan bidang aerinautika , pertam melalui struktur imbalan pengguna fasilitas dan perolehan layanan bandar udara. Sistem penarifan yang tradisonal dan sederhan diubah menjadi sistem yang berkait dengan pembiayaan..
Pendapatan bandar udara dapat pula dimaksimalkan dengan pemanfaatan peluang komersial yang ada.
Dalam upaya memaksimumkan pendapatan, bandar-bandar udara yang sedang berkembang juga kalah dalam adu kekuatan. Pertama, dengan adu kekuatan perusahaan angkuatan udara nasional negara yang bersangkutan.
C. Kecenderungan Institusional
Kecenderungan yang ada, menunjukkan kearah pemisahan pengelolaan bandar udara dari pemanduan lalu lintas udara. Pada awal pertumbuhan lalu-lintas udara diperoleh oleh pemerintah federal ( Amerika serikat) , sedangkan bandar udara dikelola oleh pemerintah lokal atau derah setempat. Jadi, diawali dari pengelolaan terpisah kemudian menjadi variasi,, ada yang tetap terpisah lainnya menjadi satu. Kemudian yang cenderung mnjadi satu yang lainnya cenderung menjadi terpisah. Sebagai contoh beberpa negara yang menganut model pengelolaan terpisah anataralain seperti Amerika serikat, Inggris, Kanada, Australia, Zelendia baru. Menurut berita , Indionesiapun akan beralih dari pengelolaan satu kepengelolaan terpisah yaitu pada tahun 2008. Tampaknya, alasan untuk memilih model pengelolaan terpisah trutama karena keefektifan dalam pengelolaan dan tuntutan perkembangan tekhnologi. Dalam hal ini diambil melalui kasus Indonesia . Pemanduan lalulintas udara saat ini di kelola oleh bandar udara.
Dengan demikian , penyatuan pemanduan lalulintas dala satu pengelolaan akan lebih efektif dan efisien dari pada bergabung dengan berbagai bandar udara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar